Kenapa mencintai(-mu)..??

Bagusneh, dari tulisan orang di FB 🙂

Suatu hari seorang gadis bertanya kepada pacarnya : Kenapa kamu menyukaiku? Kenapa kamu mencintaiku?Ia menjawab : Aku tidak bisa memberitahu alasannya, tapi aku benar-benar mencintaimu.

Gadis (G): Kamu bahkan tidak bisa memberitahu alasannya, bagaimana kamu bisa mengatakan kalau kamu menyukaiku?

Pemuda (P) : Aku benar-benar tidak tahu alasannya, tapi aku bisa membuktikannya padamu.

G : Bukti? Tidak! Aku mau kamu memberitahukan alasannya. Pacar temanku bisa memberitahukannya kenapa ia mencintainya, tapi kamu tidak!

P : Ok, Ok, Hhhmmmm

Karena kamu cantik,

Karena suaramu yang manis,

Karena kamu penyayang,

Karena kamu perhatian,

Karena senyumanmu,

Karena setiap gerakanmu.

Si gadis pun merasa puas dengan jawabannya.

Sayangnya, beberapa hari kemudian, si gadis mengalami kecelakaan dan mengalami koma. Si Pemuda lalu menempatkan sebuah surat di sampingnya, dan inilah isinya :

Sayang, karena suaramu yang manis aku mencintaimu. Sekarang, bisakah kamu bicara? Tidak! Oleh karena itu aku tidak bisa mencintaimu.

Karena perhatian dan kasih sayangmu aku menyukaimu. Sekarang kamu tidak bisa menunjukkannya padaku. Karena itu aku tidak bisa mencintaimu.

Karena senyummu, karena setiap gerakanmu aku mencintaimu. Sekarang bisakah kau tersenyum? Bisakah kamu bergerak? Tidak! Karena itu aku tidak bisa mencintaimu.

Jika cinta membutuhkan alasan, seperti sekarang ini, tidak ada alasan lagi untuk mencintaimu.

Apakah cinta butuh alasan?

Tidak! Oleh karena itu, aku masih mencintaimu dan cinta tidak membutuhkan alasan.

~ by Mora H. Ritonga on May 14, 2009.

4 Responses to “Kenapa mencintai(-mu)..??”

  1. heuheuhe…so sweet! ^_^

    duluuuu bgt aq jg prnh nanya gt ma seorg cowo!
    tp pd kenyataanny,,,
    saat dia mutusin aq,,dia jg ga bs ngasih alasannya!

    cm dr kata2ny yg berenteeet,,,
    ‘trnyta dia ga bisa nerima kekurangan yg aq milikin’ T_T

    *andai ada seseorg yg bisa nrima keadaan qta dgn tulus ^_^*

    heuheuhee…sori nih ikut nimbrung.

  2. @erna kawai
    Dari yang saya cari-cari alasan untuk mencintai, memiliki, menikah sekalipun, beragam emang pendapat orang. Apalagi jaman sekarang, harus realistis, sudah saatnya kita (cewe, apalagi cowo) kudu punya modal (dalam hal ini penghasilan), klo kata temanku, minimal cewe harus bisa beli alat kosmetiknya sendirilah (dari kami sisi cowo)..
    Begitu..
    Dan, saya pernah baca, dan menurut saya benar, bahwa inti dari menikah itu adalah “BAGAIMANA TERUS BELAJAR MENCITAI PASANGAN KITA”.
    Tidak ada kamus untuk “pacaran” (Insya Allah).

    Btwm thx udah ikutan nimbrung..

  3. ikutan ya,,sebelumnya saya dah pernah baca note ini dari fb,,dan yang terfikir adalah nasehat ibu saya yang mengatakan bahwa orang bersikap dewasa tidak butuh seribu satu alasan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu karna ia tau apa yang seharusnya diperbuat (bedakan antara yang ingin dan yg seharusnya),,dan dalam perjalanannya saya berhipotesis bahwa orang yang penuh dengan alasan atau inkonsisten dalam beralasan ketika akan melakukan sesuatu atau memutuskan untuk tidak melakukan sesuatu adalah orang orang yang belum bisa dikatakan sepenuhnya dewasa atau setidaknya belum memiliki keyakinan akan hal yang akan atau sedang dilakukan,,ini cuma hipotesis lho,,amiin,,semoga mb menemukannya,,begitu pula dengan saya,,he2😀,,,,tep semangat ya mb,,jangan putus asa akan rahmat Alloh,,,:D

  4. @asiah
    bisa dijelasin dengan lebih ringkas? lebih jelas?
    maklum, lelet..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: