Ibu, Aku menulis Puisi untukmu

Ibu – terima kasih

Depan Rumah 1428H

Kalau aku mendengar nama ibu
Rasanya aku kembali ke jalan-Nya
Dibimbing oleh-Nya
Karena semua hal tentang ibu adalah anugerah
Anugerah yang indah

Dari nama yang engkau beri
Mempunyai arti yang sangat mendalam
Namaku adalah doamu
Menjadi orang kaya
Kaya hati, iman, ilmu, teman, dan harta

Kini aku sudah beranjak dewasa
Mencoba meniti kerikil-kerikil tajam kehidupan
Mencari dan selalu mencari
Arti hidup yang pernah engkau ajarkan, ibu
Akankah aku bisa melewati hidup ini sesuai harapanmu

Bagaiaman aku menjalaninya tanpa do’amu
Tanpa semangat yang engkau berikan
Bagaimana aku bisa sampai seperti sekarang ini
Tanpa kekuatan yang engkau berikan

Bagaimana aku akan membalasnya
Bagaimana aku akan mengasuh engkau di hari tuamu
Bagaimana aku bisa mencapai puncak kehidupan ini
Bagaimana aku bisa mendapatkan yang seperti engkau, ibu
Bagaiamana akhirnya nanti (kami) akan merawatmu
Bagaimana nanti kita akan berangkat haji bersama
Seperti cita-cita yang sering aku ucapkan di hadapanmu

Bagaimana aku akan membalasnya ibu
Sudah cukupkah yang kulakukan selama ini untukmu
Sudah benarkah tindakanku bagaimana menyapamu
Bagaimana memberimu hadiah
Dan bagaimana itu semua akan kulakukan

Oh Tuhan, bolehkah aku merawat ibuku seperti dia merawatku di waktu kecil
Jika aku tidak sempat maka rawatlah dia seperti dia merawatku sewaktu kecil

Selamat hari IBU

~ by Mora H. Ritonga on January 5, 2009.

11 Responses to “Ibu, Aku menulis Puisi untukmu”

  1. ibu, sosok yang ga akan dapat terlukis dengan pasti dalam kata2.. apapu yang kita lakukan ga akan cukup untuk membalas jasanya… hmm, puisi ini buat saya teringat dengan ibu, dan berbahagialah ibu yang punya anak yang berbakti krn ga sedikit di zaman ini ada predikat orang tua atau ibu terlantar yang harus hidup di jalanan. buat the owner, moga harapanmu tercapai, dan hm, kl boleh berbagi ilmu yang saya dpet waktu acara hari ibu di kampus, yang intinya bahwa birrulwalidain seorang co akan terus dituntut walaupun dia sdh berkeluarga, tapi bagi ce kewajibannya membantu suaminya agar bisa lebih berbakti pada ortu suaminya terutama ibunya dan tentu saja buat ortunya juga walaupun ada dalil lain yang mewajibkan istri lbh patuh pada suaminya selama dalam takaran syariat.

  2. @wafa annisa
    Thanks for do’anya, “moga harapanmu tercapai”..
    Iyaneh, semoga kita yang cowo bisa membuktikan bahwa kalau tanggung jawab lebih banyak maka pahala yang akan kita dapat akan lebih juga.

    Syukron..

  3. yup… memang sunnatullah kalian yang co tanggung jawabnya lebih besar dibandingkan ce pada hal2 tertentu…ya misalnya maslah nafkah, jadi wajar aja donk jatah kaum adam lebih besar dari kami…tapi menurut saya adam dan hawa punya ranah masing2 dan tanggung jawab untuk itu dan tanggung jawabnya juga besear lho? misalnya ce kan bertanggung jawab atas rumah suaminya dan mendidik anaknya, itukan tanggung jawab besar juga..siapa sih yang lebih beruntung menjadi kaum adam or hawa?

    semoga pahala berlimpah ketika bisa melaksanakannya, tapi jangan lupa fren hati2 dengan niat dan tata caranya ya… jangan sampai ria or malah lari dari syariat….

    jazakalloh khoiron

  4. Tanpa ibu kita bukan siapa-siapa.Tanpa kita ibu tetap lah ibu.
    Sama seperti hidup yang ku jalani sekarang,.hiduptanpa kasih sayang dari ibu lagi karna dia telah pergi untuk selam nya.Begitu perih merintis jeruji ke hidupan ini.

  5. @wafa
    siapa yang lebih beruntung menjadi kaum adam or hawa, itu menjadi kata-kata mutiara buat saya.🙂 Mari kita kejar bersama aja..

    @Muksin
    Sabar mas, semua memang harus menghadap san Ilahi. Allah mungkin telah rindu kepada ibu saudara makanya Dia memanggilnya. Perbanyak ibadah dan do’a buat orang tua kita, semoga ditempatkan di tempat yang sebaik-baiknya..
    Amien..

  6. mengapa menjadi wanita solehah itu susah sekali…. selalu aja ada cobaan yang menghadang…

  7. @matsanda
    Semua itu butuh proses, salah satunya menghadapi cobaab itu, dan disitulah kesolehan kita diuji.
    Rasanya tidak fair klo memang tidak ada cobaan, hmm.. Semoga Allah memberi kita untuk menjalani sisa hidup, dengan lebih baik dari kemarin.

  8. Puisi nya bagus…

  9. Hmm..
    biasa aja koq Mba, hanya mencoba menjadi penulis puisi aja, blm jadi pujangga, he2..

  10. Puisix sngat bguz,,, mnyentuh d’hti,, qw jd trharu bcax,, dri pcipta puisi ini jga gntenk dan pntar,,, hehee

  11. huk uhuk uhuk..
    *tiba2 jadi batuk😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: