Khusyu’ dalam Sholat

by: Prof. Dr. Quraish Shihab, Lc, MA

Khusyu dalam sholat bukan berarti mengosongkan dari segala pikiran selain Allah. Karena nabi pun pernah ketika selesai sholat, beliau masuk ke dalam kamar kemudian keluar dan berkata “saya lupa dan teringat ketika sholat bhw saya harus melunasi hutang saya”.

Khusyu’ dapat diibaratkan sebagai berikut :

Jika kita diberi undangan untuk melihat-lihat pameran lukisan yang diadakan oleh orang yang sangat kita hormati, maka ada beberapa sikap yang bisa kita lakukan :

* Kita menerima dan datang ke undangan tersebut karena untuk menghormati walaupun kita tidak mengerti tentang lukisan

*Kita datang dan kita termasuk orang yang senang dan mengerti terhadap lukisan

* Kita datang, mengerti tentang lukisan dan kita terpukau oleh salah satu lukisan yg dipamerkan, sampai-sampai kita ditepuk oleh sahabat kita, kita tidak merasakannya

Yang terakhir inilah tingkat Khusyu’ yang paling tinggi. Setidaknya kita memiliki khusyu’ dalam sholat dalam rangka menghormati undangan Allah.

Sholatlah kamu seolah-olah kamu melihat Allah di hadapanmu… jika tidak bisa, ketahuilah dan rasakanlah bahwa memang Allah sedang melihatmu sedang sholat — hadits Nabi.

Jika Anda sedang menghadap dengan orang yang sangat Anda hormati, tentunya Anda akan sangat konsentrasi kepada orang tersebut, sampai-sampai tangan Anda tidak melakukan gerakan-gerakan kecil yg kurang pantas dan tidak perlu.

Terpukaulah ketika sholat akan kebesaran-kebesaran Allah..

———— —–
Kira2 ibadah-badah kita yang seperti apa?

~ by Mora H. Ritonga on March 5, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: