Sebaik baik perhiasan adalah wanita salehahInilah perempuan yang sangat diinginkan kehadirannya oleh bumi dan dinantikan kepulangannya di syurga, Amien..
rewrote dari Milist sebelah

Sebaik baik perhiasan adalah wanita salehahInilah perempuan yang sangat diinginkan kehadirannya oleh bumi dan dinantikan kepulangannya di syurga, Amien..
rewrote dari Milist sebelah
Ternyata gampang juga bikin pengingat di Blog anda (Hamdalah semoga bisa sebagai dakwah bagi yang melihat/berkunjung ke blog kita).
Langkah pertama, buka http://www.mahesajenar.com/scripts/widgets/#
Disitu anda bisa menentukan pilihan warna text, background, dan border, dan juga pilihan daerah mungkin. Tinggal copy dan paste aja.
Langakah kedua: buka: http://wordpress.com/wp-admin/widgets.php
Tambahkan widget “text”, lalu paste code yang di dapat dari mahesajenar tadi. Begitu, gampang kan?! he2..
(Banyak juga loh widget yang lain yang berguna menurut saya)
Bagusneh, dari tulisan orang di FB
Gadis (G): Kamu bahkan tidak bisa memberitahu alasannya, bagaimana kamu bisa mengatakan kalau kamu menyukaiku?
Pemuda (P) : Aku benar-benar tidak tahu alasannya, tapi aku bisa membuktikannya padamu.
G : Bukti? Tidak! Aku mau kamu memberitahukan alasannya. Pacar temanku bisa memberitahukannya kenapa ia mencintainya, tapi kamu tidak!
P : Ok, Ok, Hhhmmmm
Karena kamu cantik,
Karena suaramu yang manis,
Karena kamu penyayang,
Karena kamu perhatian,
Karena senyumanmu,
Karena setiap gerakanmu.
Si gadis pun merasa puas dengan jawabannya.
Sayangnya, beberapa hari kemudian, si gadis mengalami kecelakaan dan mengalami koma. Si Pemuda lalu menempatkan sebuah surat di sampingnya, dan inilah isinya :
Sayang, karena suaramu yang manis aku mencintaimu. Sekarang, bisakah kamu bicara? Tidak! Oleh karena itu aku tidak bisa mencintaimu.
Karena perhatian dan kasih sayangmu aku menyukaimu. Sekarang kamu tidak bisa menunjukkannya padaku. Karena itu aku tidak bisa mencintaimu.
Karena senyummu, karena setiap gerakanmu aku mencintaimu. Sekarang bisakah kau tersenyum? Bisakah kamu bergerak? Tidak! Karena itu aku tidak bisa mencintaimu.
Jika cinta membutuhkan alasan, seperti sekarang ini, tidak ada alasan lagi untuk mencintaimu.
Apakah cinta butuh alasan?
Tidak! Oleh karena itu, aku masih mencintaimu dan cinta tidak membutuhkan alasan.
Jika dikatakan cantik dikira menggoda ,
jika dibilang jelek di sangka menghina..
Bila dibilang lemah dia protes,
bila dibilang perkasa dia nangis .
Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak
(sambil ngomel masa disamakan dengan cowok)
Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut
(sambil ngomel,Egois amat sih cowok ini tidak punya perasaan)
Bila kesalahannya diingatkankan,
mukanya merah..
bila di ajari mukanya merah,
bila di sanjung mukanya merah
jika marah mukanya merah, kok sama semua? bingung !!
Di tanya ya atau tidak, jawabnya diam;
ditanya tidak atau ya, jawabnya diam;
ditanya ya atau ya, jawabnya :diam,
ditanya tidak atau tidak, jawabnya ; diam,
ketika didiamkan malah marah
(repot kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya).
Di bilang ceriwis marah,
dibilang berisik ngambek,
dibilang banyak mulut tersinggung,
tapi kalau dibilang S u p e l
wadow seneng banget…padahal sama saja maksudnya.
Dibilang gemuk engga senang
padahal maksud kita sehat gitu lho
dibilang kurus malah senang
padahal maksud kita “kenapa elho jadi begini !!!”
Itulah WANITA makin kita bingung makin senang DIA !
Jika kamu memperlakukannya dengan baik, dia pikir kamu jatuh cinta
padanya..…….
Jika tidak, kamu akan dibilang sombong.
Jika kamu berpakaian bagus, dia pikir kamu sedang mencoba untuk
menggodanya.
Jika tidak, dia bilang kamu kampungan.
Jika kamu berdebat dengannya, dia bilang kamu keras kepala.
Jika kamu tetap diam, dia bilang kamu nggak punya otak.
Jika kamu lebih pintar dari pada dia, dia akan kehilangan muka..
Jika dia yang lebih pintar, dia bilang dia paling hebat.
Jika kamu tidak cinta padanya, dia akan mencoba mendapatkanmu.
Jika kamu mencintainya, dia akan mencoba untuk meninggalkanmu.
Jika kamu beritahu dia masalah mu, dia bilang kamu menyusahkan.
Jika tidak, dia bilang kamu tidak mempercayai mereka.
Jika kamu cerewet pada dia, kamu dibilang seperti seorang pengasuh
baginya. Tapi jika dia yang cerewet ke kamu, itu karena dia perhatian.
Jika kamu langgar janji kamu, kamu tidak bisa dipercaya.
Jika dia yang ingkari janjinya, dia melakukannya karena terpaksa.
Jika kamu merokok, kamu adalah cewek liar !
Tapi kalo dia yang merokok, dia adalah seorang gentleman, wuiihh..!
Jika kamu menyakitinya, kamu dibilang perempuan kejam..
Tapi jika dia yang menyakitimu, itu karena kamu terlalu sensitif dan
terlalu sulit untuk dibuat bahagia !!!!!
Jika kamu mengirimkan ini pada cowok-cowok, mereka pasti bersumpah kalau
ini tidak benar.
Tapi jika kamu tidak mengirimkan ini pada mereka, mereka akan bilang kamu egois.
(sumber: milist tetangga)
Hari pertama
Ini adalah pengalaman saya ngurus KTP dan Kartu Keluarga baru, pindah dari Tangerang ke Jakarta. Saya ketik dalam bentuk poin aja ya:
Hari kedua
Hari ke-180 (alias setelah 6 bulan lebih)
Nah, baru kita dapat KTP asli (yang ada nomor KTP-nya). Dan proses ini bisa dipercepat menjadi hanya dua hari saja, dengan membayar Rp 120.000,- (waduh, sistem pemerintahan kita makin buruk aja klo semua harus dan bisa disogok – red). Dan satu lagi catatan penting, sebenarnya pembuatan KTP ini, baik dalam mengurus surat pindah dari daerah asal maupun di daerah tujuan, tidak ada pungutan biaya. Salahnya saya waktu itu adalah, setelah misalnya selesai mendapatkan surat pengantar, saya tanyakan, “berapa Pak Biayanya kira2?”, dan dengan bijaksana, si Bapak biasanya selalu bilang, “Ah, adek, kita sama-sama saling membantu aja, tidak ditentukan berapa jumlahnya, terserah adek saja..”, dan dengan bijaksana pula, saya akan mengeluarkan minimal (karena kasihan, malu, atau bla2) Rp 10.000,-. Tapi setelah sampai di daerah tujuan, saya tidak menanyakan pertanyaan jitu tersebut (berapa harganya), dan hasilnya sangat menakjubkan, tidak ada yang berani minta, lah,, wong itu memang gratis, piye iki…

Mirip Warteg depan rumah
Ini pengalaman saat makan di warteg depan rumah.
Pagi itu seperti biasa (seperti biasanya anak kust – baca anak kost, ngirit se-irit mungkin), makan pagi dan siang (include jadi satu) dilaksanakan bersamaan jam 10-an. Dengan gaya santai dan easy going, mesan nasi dan lauknya seadanya asalkan masih ber-gizi dan enak, dan yang terpenting meriah (kata sederhana dari murah).
Saat enak-enaknya makan, kemudian datang dua orang ibu bersama dengan anaknya masing-masing.

Antara Iba dan ***
Mereka juga mesan nasi seadanya (nasi setengah, usus, dan minumnya es tawar). Sejak mereka datang saya udah masang gaya “tidak mau tau” dengan mereka (karena emang saya biasanya gitu, tidak tau kalau pembaca, klo ada pengemis atau peminta-minta datang, biasanya saya selalu cuek, tidak mau tau mereka ngapain, separah apa mereka, seserius apa mereka ingin meminta, atau separah apa mereka karena harus berbohong padahal mereka seharusnya bisa melakukan pekerjaan lain yang lebih baik/mulia).
Dari mereka mulai makan, sampai selesai tidak sedikitpun gw ingin mencoba memperhatikan mereka, jangankan untuk ngajak ngobrol, huh, i’m suck… Yang lebih parah lagi saat mereka ingin bayar, dengan mengeluarkan recehan sejumlah Rp 4.500,- (sehingga total Rp 9.000,- untuk makan mereka ber-empat – ibu dan anaknya), dalam hati saya sebenarnya sudah ingin membayarkan biaya makan mereka tersebut, tapi seperti yang saya bilang sebelumnya, saya sudah salah gaya.. Padahal uang gw saat itu Rp 50.000,- Argghhh… (pengen teriak gw klo ingat itu)
Sejak itu saya berjanji klo nanti ketemu yang kaya gitu lagi, saya akan terbuka (just it..???)

Aku rindu Muhammad SAW
Dan besoknya, subhanallah merupakan kebesaran Ilahi Robbi, di kantor, saat melaksanakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus perpisahan dengan Kepala Lembaga Sandi Negara, saya dapat kesempatan untuk mewujudkan nadzar-nya Bapak H. Nachrowi Ramli, S.E. yaitu melaksanakan Umrah ke Mekkah. (Selanjutnya saya tidak bisa berkomentar apa-apa selain ucapan Syukur kepada Ilahi Robbi, dan berharap agar perjalanan yang akan dilaksanakan tanggal 23 April 2009 ini berjalan lancar).
Tulisan ini hanya bermaksud ingin berbagi pengalaman dan pelajaran bagi rekan-rekan yang belum tahu mungkin, agar tidak terulang seperti yang kami rasakan (saya, Ulir, Trivan – red).
Kejadian ini sekitar dua minggu yang lalu, yaitu setelah selesai urusan di Mangga Dua, kami bertiga (saya, Ulir, dan Trivan) bermaksud ingin melakukan perjalanan pulang dengan menggunakan jasa Busway, dengan alasan lebih simpel, tidak panas, dan mudah-mudahan tidak kena macet he2..
Nah, ketika itu kami bertiga dari Mall Mangga Dua naik angkot menuju Stasiun Kota, karena Busway adanya di Stasiun Kota. Langsung saja setelah nyampe di Kota, kami segera menuju koridor Busway (itu namanya koridor atau apa ya, yang dikrangkeng itutuh), nah pertama kita ngikutin arah angkot, kemudian arah busway-nya sendiri sehingga kita mutarin koridor busway itu, tetapi anehnya kita tidak menemukan dimana pintu masuk ke dalam koridor busway tersebut. Dengan sedikit rasa kesal (bercampur panas teriknya matahari, sumpek, cape, lapar) kenapa tidak ada pintu masuk ke dalam koridor busway tersebut, akhirnya saya punya ide untuk manjat pembatas koridor busway tersebut. Karena saya yang punya ide duluan, akhirnya saya lah yang memulai untuk melompat, kemudian diikuti oleh Ulir dan Trivan. Sesampai di dalam koridor tersebut, bita bertiga merasa senang akhirnya bisa masuk juga, sambil tertawa. Maisng-masing dari kita mengluarkan duit untuk beli karcis masuk ke dalam bus busway, seharga Rp 3.500,-
Kita dilayani layaknya orang yang lainnya, kemudian melewati pintu checker karcis (saya namakan aja pintu checker karcis). Saya berjalan duluan (masih merasa bangga karena akhirnya bisa masuk) dan melakukan pengecheck-an kartu yang saya beli, ternyata “Gagal”, dengan pesan your card is empty. Begitu juga dengan teman sya Ulir dan Trivan. Kami harus menukar kembali kartu yang kami beli, dan ternyata hasilnya juga sama. hal tersebut kami lakukan sampai dengan tiga kali. Sehingga pada saat menukar kali yang ke-empat, akhirnya penjaga karcis tersebut memberitahu dengan ramahnya (ramah kali ini adalah kata manusiawi dari “kesal”), bahwa kami bertiga memang lagi dikerjain, karena kami telah masuk dengan cara yang tidak sah.
Akhirnya lewat juga, setelah berpanas-panasan, huh..
Kesimpulannya kalau mau masuk koridor busway, harus dari dalam Stasiun Kota (masuk pagar ituloh.., nanti ke koridor busway-nya ngelewatin terowongan)
Komentar Terakhir