AIR TERJUN – SAMPURAN DAMPARAN (oleh-oleh Pulkam)
Seperti biasa, setiap lebaran saya sebagai anak rantau (dari sumatera ke pulau jawa) mudik ke kampong halaman, tepatnya di desa Sipagimbar, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Bermudik dari Jakarta ke kampung halaman kemarin saya naik pesawat (dapat tiket seharga Rp 400 ribu-loh
), dan kembalinya ke Jakarta saya naik Bis ALS (Executive bro, dingin euy.. harga tiketnya Rp 470 ribu,, loh murahan naek pesawat??!).
Yang paling utama yang ingin dikunjungi/ditemui di kampung adalah Ibu Tercinta (kemarin itu lagi masaka di dapur, dan tiba-toba dari belakang saya peluk, dan teriak,, hahaha… untung aja ibuku masih sehat Alhadulillah, tidak punya penyakit jantung. ? ), kemudian suasana kampungnya yang masih khas (seperti biasa,, stay cool man!!), teman-teman main dulu (tapi pareban gw kemarin gak sempat ngobrol ama dia, maaf ya pare..!!), dan terakhir.. apa ya?? Oh iya, itutuh, “sapa tau ketemu dengan wanita cantik!!?” (he2,, maklum gw masih normal, masa’ nyari cowo – Iwan Fals ‘red).
Namun kali ini yang ingin saya ceritakan adalah tempat indah (saya perbagus namanya dari tempat hiburan) yang ada di daerah saya (ingat,, namanya Sipagimbar, atau Sipirok,, orang lebih banyak tau mungkin yang namanya Sipirok,, walaupun aslinya saya cemburu J ) yaitu air terjun (disana disebut dengan sampuran) Damparan.
Daerah ini berada di desa Damparan, kira-kira berjarak 25 km dari desaku (klo ada yang lebih benar, tolong koreksi ya, coz belum pernah saya ukur sendiri
). Biasanya anak-anak remaja (biasanya berpasang-pasangan cewe-cowo) kesana dengan mengendarai sepeda motor (nama sepeda motor di tempatku disebut “kareta”, dan mobil malah disebut “motor”
), tapi ada juga yang naik truk (biasanya anak-anak kecil, karena tidak adanaya kendaraan khusus yang akan mengangkut ke tempat tersebut, dan tempat tersebut sangat jarang dikunjungi orang kecuali hari-hari besar seperti Lebaran ataupun Natal dan Tahun Baru) walaupun ada juga bis yang mengantar yang didatangkan khusus.
Saat hari besar tersebut, biasanya ada panitia khusus yang menyelenggarakan acara disana seperti adanya hiburan (tapi biasanya dangdut-an), sehingga menyebabkan yang ingin masuk ke daerah tersebut harus bayar sejumlah uang sebagai karcis (tiket masuk).
Air terjun ini airnya sangat bening, dengan volume kira-kira xx (gak tau gw, he2) dan panjang air jatuhnya sekitar 5-6 meter (apasih nama air jatuh? J) ),, dan terakhir,, bagusdeh
Maka, berkunjunglah..!!
c.u.



Ngg..lebih bagus mana dari Curug Cilember Bogor mas??
Ente atur dah Mor, kapan kita bisa kesana……
Jadi ingat kampung lihat Blog ini…..
Ni Blog siapa ya…..
Horas salam kenal…….
Harahapdoaublogspot.com
Jadi ingi pulang kampung neh
Gw pernah ke sana malah tulang saya ada di damparan marga Pane
Dulu neh….. Tulang tuh terkenal ma kebon jeruknya
Tp. skarang gk tau masih ad pa gk…
Horas …………
Saya suka banget blog anda Trim\’s
@Panangian
Thx bro..
Yuk, pulang lebaran ini, biasanya saya maen ke Damparan (liat2 orang, bukan semata liat damparannya).
ntar sambil minta (minta,, beli..) jeruknya, he2..
bia do puang dongan sahuta ana syamin pasaribu dari simangambat.thanks bngt atas upaya ente
sama bagusnya dengan tempat saya di si goringgoring…..
saya lagi buat situs http://www.sigoringgoring…. di tunggu ya….