Warning duluneh, saya tidak perlu memperjelas tatacara dan syarat pelaksanaan suatu jenis ibadah ya, missal ber-ihram itu bagaimana, haji itu harus bagaimana, kenapa disebut tanah haram dan sebagainya, karena itu bisa dicari di Google (he2, pelitya, tapi untuk mempersingkat aja, dan inikan narasi perjalanan, bukan bicara masalah hukum).
Langsung ke narasi perjalanan aja ya,,
Kamis, 21 Mei 2009, berangkat dari Indonesia pertama direncanakan jam 06.30 WIB, tapi karena Garuda Indonesia memang terkenal delay (katanya), jadi berangkat dari Indonesia menjadi 11.30 WIB, dan tiba di Bandara King Abdul Aziz – Jeddah pada pukul 15.30 WS (Waktu Setempat). (Perbedaan waktu Indonesia – Arab Saudi 4 jam, Indonesia lebih cepat, jadi penerbangan sekitar 9 jam). Sesampai di Jeddah, makan siang (walaupun udah dapat makan siang mie di pesawat) lalu makan malam. Setelah itu kita ngambil Miqat (syarat awal untuk ihram) dari hotel langsung, lalu menuju tanah haram Mekkah (dalam kondisi ber-ihram).
Tiba di Mekkah sekitar jam 22.00 WS, menuju hotel, taruh barang, lalu langsung menuju Masjidil Haram, tawaf 7 kali, dan Sa’i 7 kali juga, lalu tutup ihram dengan menggunting rambut. Selesai kegiatan pada malam itu sekitar jam 01.30 WS.
Jum’at, tanggal 22 Mei 2009, asli subuhnya gw dan teman sekamar telat bangunnya karena cape perjalanan dan kegiatan malamnya, kita bangun udah selesai salat subuh, tetapi karena masih semangat beribadah, kita langsung menuju Masjidil Haram, lalu bikin salat berjamaah sendiri. Siangnya seperti biasa salat Jum’at (dihantui terus oleh rasa kantuk), sore ashar, malam magrib dan isya berjamaah di Mesjid.
Sabtu, 23 Mei 2009, hamdalah subuh tidak telat lagi, kita malah bangun lebih awal dan salat tahajjud dulu di Masjidil Haram. Dzuhur, ashar, maghrib, dan isya berjamaah di Mesjid.
Minggu, 24 Mei 2009, sehabis salat subuh, makan pagi, kita berangkat untuk jiarah/berkunjung. Yang pertama kita kunjungi adalah Jabal (Jabal=gunung) Tsur – tempat persembunyian Muhammad ketika hendak dibunuh oleh Kafir Quraisy;

Jabal Rahmah
kedua adalah Jabal Rahmah – tempat bertemunya Adam dan Hawa, tempat paling dijabah doa jika minta pasangan (kata mereka); ketiga adalah Jabal Nur – tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama; keempat adalah mesjid Tan’im – tempat yang diperbolehkan untuk mengambil miqat lagi jika ingin umrah lagi.
Senin, 25 Mei 2009, jam 10.00 WS kita harus sudah nurunin barang-barang (check-out) dari dalam kamar hotel, karena akan menuju Madinah. Setelah makan siang menuju Madinah, perjalanan sekitar 5 jam. Tiba di Madinah, menuju hotel, taruh barang, lalu salat magrib di mesjid Nabawi, kemudian makan malam, lalu salat isya di Mesjid, dan jiarah ke makam Rasulullah SAW dan 3 sahabatnya.

Makam Rasulullah di Masjid Nabawi
Setelah selesai jiarah, salat di Raudoh, lalu kembali ke hotel.
Selasa, 26 Mei 2009, salat subuh dan dzuhur di Mesjid Nabawi, dan setelah dzuhur jiarah/kunjungan. Yang pertama dikunjungi adalah Mesjid Kuba (kalau salat di mesjid Kuba artinya sama dengan melaksanakan Umrah, dan jika sudah Umrah sebanyak 7 kali sama dengan Haji, kata meerka); Kedua adalah ke kebon Kurma – belanja kurma bagi yang mau (bukan kunjungan kali namanya ya); Ketiga adalah Jabal Uhud – terdiri dari rumat (tempat persembunyian pasukan pemanah Rasulullah), kuburan kurang lebih 300 prajurit muslim yang gugur, dan Jabal Uhud itu sendiri. Setelah selesai, kembali ke hotel.
Rabu, 27 Mei 2009, jam 10.00 WS harus sudah check-out dari Hotel, dan setelah salat dzuhur menuju Jeddah. Tiba di Jeddah sekitar waktu isya. Masuk hotel, salat magrib dan isya, makan malam, lalu menuju tempat perbelanjaan (bukan kunjungan juga sebenarnya).
Kamis, 28 Mei 2009, jam 12.00 WS check-out dari Hotel, dan jam 15.00 WS, menuju mesjid Terapung,

Mesjid Terapung
sekalian satu jalan menuju Bandara King Abdul Aziz (pulang). Tiba di mesjid Terapung, salat Ashar, istirahat bentar, lalu menuju Bandara. Rencana pertama terbang dari Jeddah adalah pukul 21.00 WS, tapi karena delay lagi, penumpang baru boleh naik pesawat pada pukul 23.30 WS. Di dalam pesawat juga masih menunggu karena ada kerusakan teknis dari pesawat, dan akhirnya pesawat take-off pada pukul 03.30 WS (sama dengan 07.30 WIB hari jum’at). Terbang juga bukan langsung ke Jakarta, tetapi singgah ke Riyadh dulu (perjalanan lebih dari 1 jam), dari Riyadh menuju Jakarta ditempuh kurang lebih selama 9 jam.
Jumat, 29 Mei 2009, tiba di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 15.30 WIB. Alhamdulillah semua lancer, sehat, dengan sedikit filek, he2.. Begitu aja narasinya, terimakasih sudah berkunjung..